Aku seorang anak yang dilahirkan dan dibesarkan dari keluarga yang tidak aku sukai karena sifat ibuku yang selalu mengekang, melarang dan suudzon terhadap orang. Setiap orang yang dia lihat pasti jelek, jangankan orang lain yang bukan keluarga, kami yang keluarganyapun dipandang sebelah mata olehnya. Kami selalu terkekang, hanya dia yang benar dan tidak bisa/boleh disalahkan.
Dia yang tidak pernah belajar dari pengalaman, dia yang bijaksana diluar sana sedangkan faktanya NOL BESAR. Kami sudah merasa lelah oleh sifatnya seperti itu, sampai kapanpun tidak akan pernah berubah sifatnya.
Pada awalnya Ibuku selalu benar dimata mereka, Ibu seperti itu karena anak dan suaminya, itu yang mereka bicarakan. Jika mereka sudah meraskan diposisi kami pasti mereka akan mengeluh yang sama.
Ibuku tidak pernah salah, ibu adalah seoarang yang selalu benar dan baik dimata semua orang sedangkan anak dan suaminya menjadi sebutir pasir yang terlihat dimata mereka.
Kami anak-anaknya hanya ingin didengar, dipahami dan siberi kasih sayang yang tulus bukan pura - pura.
IBU.....
kau yang telah mengandung kami selama 9 bulan dan melahirkan kami..
kami tahu surga ada di bawah telapak kakimu
sebenarnya tidak ada niat untuk menyakitimu
kami hanya ingin dimengerti, didengar dan dipahami apa keinginan kami..
tolong jangan mengekang anak-anakmu seperti ini, kami tidak ingin mencuri waktu agar kami bisa pergi sekedar hangout bareng teman ataupun mencari angin sendirian..
kami ingin merasakan hal yang sama seperti anak yang lainnya Bu..
beri kami ruang agar bisa seperti mereka, kami bukan anak kemaren sore yang harus kau marahi terus-terusan karna maslah kecil.
IBU...
Tolong jangan bahas masa laluku yang suram, jika kau sudah mengungkitnya hati ini terasa sakit ditusuk-tusuk.
Kami ingin hidup normal seperti yang lain.
tolonglah kami untuk bebas dari kekanganmu ini..
IBU..
Dari lubuk hati yang paling dalam
Kami sayang engkau..
apa harus salah satu dari kami meninggalkanmu selamanya agar Engkau sadar dan bisa berubah.
IBU..
Sakit hatiku saat kau marahi karna hal sepele..
Sakit hatiku jika kau marah semua cacian dan kesalahanku di masa lalu selalu kau ungkit.
Sakit hatiku menyadariu bertapa Engkau seperti itu terhadap Kami..
No comments:
Post a Comment